Suara Kabayan Suara Kabayan
/home / hukum / Digitalisasi Pajak Kota Malang Jadi...
HUKUM

Digitalisasi Pajak Kota Malang Jadi Rujukan Pemkot Cilegon

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Wali Kota Cilegon Robinsar setelah penandatanganan kerja sama

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Wali Kota Cilegon Robinsar setelah penandatanganan kerja sama

Klojen - Keberhasilan Pemerintah Kota Malang dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah melalui transformasi digital kembali mendapat pengakuan luas. Pemerintah Kota Cilegon melakukan kunjungan kerja ke Balai Kota Malang pada Jumat, 10 Juli 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari strategi penguatan fiskal daerah sekaligus mereplikasi aplikasi Persada, sebuah inovasi digital perpajakan milik Pemkot Malang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kunjungan yang dipimpin oleh Wali Kota Cilegon Robinsar tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kota Malang dan Pemerintah Kota Cilegon tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan. Kerja sama ini menjadi landasan kolaborasi kedua daerah, terutama dalam pengembangan digitalisasi pengelolaan pajak daerah demi peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Hingga saat ini, Kota Cilegon menjadi pemerintah daerah kesembilan yang menjalin kemitraan untuk mereplikasi aplikasi tersebut.

Menurut Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, digitalisasi merupakan strategi krusial untuk memperkuat kapasitas fiskal sekaligus menaikkan efektivitas pelayanan publik. Pemkot Malang terus membangun sistem yang terintegrasi, mulai dari layanan pajak dan retribusi, integrasi data, perluasan kanal pembayaran nontunai, hingga penguatan regulasi melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah. "Digitalisasi sudah menjadi kebutuhan pemerintah daerah. Melalui sistem yang terintegrasi dan transaksi nontunai, pengelolaan pendapatan menjadi lebih efektif, transparan, dan akuntabel," ujar Wahyu.

Saat ini, Pemkot Malang telah menyediakan berbagai kanal pembayaran digital seperti QRIS, EDC, mobile banking, e-retribusi, hingga platform teknologi finansial. Penguatan ekosistem tersebut didukung oleh aplikasi Persada (Pajak Online Eksplorasi dan Sektor Pajak Daerah). Sistem ini memungkinkan Badan Pendapatan Daerah memantau transaksi dan penerimaan pajak secara real time, sehingga mampu meminimalkan potensi kebocoran pajak di lapangan.

Melalui penerapan digitalisasi, tren realisasi Pendapatan Asli Daerah Kota Malang secara konsisten terus merangkak naik. Pada tahun 2021, pendapatan tercatat sebesar Rp603,79 miliar dan meningkat menjadi Rp718,33 miliar pada tahun 2022. Angka tersebut tumbuh lagi menjadi Rp792,12 miliar pada tahun 2023, dan mencapai Rp885,31 miliar pada tahun 2024. Puncaknya pada tahun 2025, pendapatan melesat naik Rp222,27 miliar hingga menembus total Rp1,107 triliun. Sementara itu, per 7 Juli 2026, realisasi telah menyentuh angka Rp506,23 miliar atau 47,63 persen dari target.

"Peningkatan PAD ini menjadi modal penting agar pembangunan tetap berjalan di tengah berbagai tantangan fiskal. Karena itu, kami terus menghadirkan inovasi agar pendapatan daerah semakin optimal dan mampu mendukung kesejahteraan masyarakat," kata Wahyu menambahkan. Ia menyambut baik kunjungan tersebut sebagai wujud semangat berbagi praktik baik antardaerah. "Ini menjadi kehormatan bagi Kota Malang. Kami berharap kunjungan ini dapat memperkuat kolaborasi sekaligus menjadi ruang saling belajar untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik," tuturnya.

Menurut Wali Kota Cilegon Robinsar, Kota Malang dipilih sebagai tujuan studi tiru karena dinilai sukses mencatatkan lonjakan Pendapatan Asli Daerah yang signifikan melalui jalur digital. Capaian tersebut membuat Kota Malang sangat layak menjadi percontohan bagi pemerintah daerah lain di Indonesia. "Kami melihat langsung bahwa capaian Kota Malang memang luar biasa. Karena itu kami ingin belajar, terutama terkait optimalisasi PAD melalui digitalisasi, termasuk implementasi aplikasi Persada," kata Robinsar.

Robinsar mengakui bahwa selama ini Kota Cilegon lebih banyak bergantung pada sektor industri besar, sehingga perhatian terhadap sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah sektor lain menjadi kurang optimal. "Kami fokusnya dulu tuh di industri yang terus kita optimalkan. Tapi kita lupa dengan yang mungkin kita anggap sepele. Nah, seperti pajak restoran, pajak mungkin hiburan, nah itu yang mungkin hari ini saya ingin banyak belajar dari Kota Malang," ungkapnya.

Pada akhir pertemuan, Robinsar berharap agar kerja sama yang telah disepakati tidak berhenti pada seremoni penandatanganan kesepakatan bersama saja. Ia menginginkan adanya pendampingan teknis yang berkelanjutan agar inovasi digital yang diterapkan di Kota Malang dapat diimplementasikan secara optimal di Kota Cilegon, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak.

// TOPICS
#pemkot_malang #pemkot_cilegon #digitalisasi_pajak #aplikasi_persada #pendapatan_asli_daerah #wahyu_hidayat #robinsar
Tim Jurnalis Nasional & Daerah

Redaksi Suara Kabayan terdiri dari jurnalis berpengalaman yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, berdedikasi untuk menyajikan berita nasional dan daerah paling lengkap dan terpercaya. Dari politik di Senayan hingga peristiwa di pelosok negeri, dari ekonomi makro hingga budaya lokal, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.