Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta bergerak cepat menghadapi ancaman musim kemarau. Mereka menyiapkan sarana pemadaman api dan mendirikan posko siaga yang beroperasi selama 24 jam penuh di TPST Bantargebang. Langkah taktis ini diambil demi memperkuat sistem mitigasi dan kesiapsiagaan di kawasan penampungan sampah tersebut.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Fasilitas pemadaman disiapkan dengan matang, mencakup pompa air, selang, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), kolam penampungan air, tangki air, hingga mobil pemadam kebakaran. Selain armada tangki, unit mobil spray steam juga disiagakan di area strategis. Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, sarana dan posko siaga ini ditujukan untuk mendukung penanganan awal jika sewaktu-waktu titik api terdeteksi di lapangan.
Pihak dinas tidak ingin kecolongan oleh cuaca panas ekstrem. "Penyemprotan dan penyiraman air pada zona landfill juga dilakukan secara berkala sebagai bagian dari pengendalian risiko selama musim kemarau," ungkap Dudi Gardesi pada Rabu, 8 Juli 2026.
Berdasarkan penjelasan Dudi Gardesi, koordinasi erat juga dijalin bersama PT NOEI selaku pengelola power house yang memanfaatkan gas metana di TPST Bantargebang. Sinergi ini memastikan proses pemeriksaan, perbaikan, serta pemeliharaan jaringan pipa gas metana berjalan tanpa kendala teknis. "Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari mitigasi teknis terhadap fasilitas pendukung di kawasan TPST Bantargebang," ucapnya.
Pengawasan ketat diperkuat melalui Posko Siaga Bencana yang beroperasi tanpa henti lewat sistem piket bergilir. Surat Tugas Piket Siaga Bencana diterbitkan secara resmi guna menjamin rutinitas pemantauan lapangan, kesiapan personel, serta ketersediaan sarana mitigasi secara berkelanjutan. Seluruh alat berat, termasuk excavator dan bulldozer, dipastikan dalam kondisi prima dan bersiap selama 24 jam.
Dudi Gardesi menambahkan bahwa alat-alat berat tersebut memiliki peran vital untuk melokalisasi area, membuka jalan evakuasi, dan mengendalikan situasi jika kebakaran melanda kawasan landfill. "UPST memastikan personel, alat berat, dan sarana pendukung berada dalam kondisi siap. Dalam penanganan potensi kebakaran di area landfill, kecepatan deteksi dan kemampuan melokalisasi area menjadi sangat penting agar situasi tidak meluas," tutur Dudi.
Ketersediaan pasokan air menjadi fondasi utama dalam rencana penyelamatan ini. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta memastikan kesiapan tandon air, kolam penampungan, serta dukungan armada tangki yang bergerak dinamis. "Saat ini, TPST Bantargebang memiliki titik hidran yang berada di area PLTSa Merah Putih dan RDF Bantargebang. Ketersediaan air pendukung terus diperkuat melalui koordinasi dan penyiapan sarana tambahan di lapangan," tandas Dudi Gardesi.