Matahari membakar tanah Pangandaran. Sumur-sumur warga mulai mengering, menyisakan debu dan kekhawatiran. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangandaran, krisis air bersih kini menjerat 406 Kepala Keluarga atau sekitar 1.229 jiwa. Mereka menghadapi hari-hari yang berat tanpa air yang cukup.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut laporan sebaran wilayah terdampak, kekeringan meluas ke empat wilayah penting. Kecamatan Mangunjaya, Padaherang, Kalipucang, dan Parigi kini menjadi medan perjuangan melawan dahaga. Tanah retak, dan jika langit tetap keras kepala tanpa hujan, wilayah lain akan segera menyusul.
Pria-pria dari BPBD tidak tinggal diam. Mereka membawa truk-truk tangki, membelah jalanan kering untuk mengantar kehidupan. Sejak akhir Juni hingga awal Juli, sebanyak 15.000 liter air bersih telah dialirkan ke tanah-tanah yang gersang.
"Alhamdulillah penyaluran air bersih ke wilayah terdampak sudah kami sampaikan secara bertahap sesuai permintaan dari pihak desa setempat," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi.
Bantuan itu mengalir ke Desa Pamotan di Kalipucang, Desa Parakanmanggu di Parigi, dan Desa Mangunjaya di Kecamatan Mangunjaya. Di sana, debit sumber air menyusut drastis. Warga hanya bisa menunggu kedatangan truk tangki untuk memasak dan minum.
Kemarau ini diprediksi masih panjang dan kejam. Dodo Kusnadi melihat peta dan tahu bahwa bahaya belum usai. Risiko titik kekeringan baru terus mengintai setiap hari.
"Ada potensi kekeringan bisa meluas ke beberapa wilayah di Kabupaten Pangandaran," ucap Dodo Kusnadi dengan nada waspada.
Berdasarkan imbauan resmi, pemerintah desa diminta segera melapor jika wilayah mereka mulai kehabisan air. Sementara itu, warga yang masih memiliki air diminta untuk tidak boros. Air kini menjadi barang mewah.
"Kami harapkan bagi wilayah yang sumber airnya melimpah hemat dan bisa saling berbagai antar warga yang membutuhkan," katanya menuturkan pesan penutup.