Pertandingan perempat final antara Prancis dan Maroko di Boston akan mencetak sejarah Piala Dunia. Untuk pertama kalinya, kelima ofisial pertandingan berasal dari satu negara yang sama. Mereka adalah orang Argentina.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Laga ini adalah ulangan semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu Prancis menang 2-0 sebelum akhirnya kalah dari Argentina di final. Kali ini, wasit Facundo Tello akan memimpin jalannya pertandingan.
Penggemar mempertanyakan keputusan FIFA di media sosial. Meski demikian, FIFA telah menggunakan ofisial dari negara yang sama dalam pertandingan sebelumnya, seperti wasit Australia dalam laga Inggris melawan Meksiko.
Kontroversi mengenai keputusan wasit sempat muncul. Penyerang Mesir, Mostafa Ziko, mengkritik wasit Prancis, Francois Letexier, setelah kalah dari Argentina. "The referee wasn't good. He was unfair. His injustice was clear. He persecuted us from the start of the match. He doesn't want us to win," ujar Ziko kepada wartawan.
FIFA menjaga ketat integritas perangkat pertandingan. Pierluigi Collina, kepala wasit FIFA, membela Raphael Claus setelah Presiden AS Donald Trump menyebutnya "very suspect" menyusul kartu merah kontroversial bagi Folarin Balogun. "FIFA recognises Raphael Claus as one of the world's leading professional referees and a valued member of Team One at the FIFA World Cup," tegas Collina.