Matahari bersinar di atas Satuan Latihan Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor. Di sana, Presiden Prabowo Subianto berdiri dengan ketegasan seorang pemimpin yang tahu arti keadilan. Hari itu adalah upacara peringatan Hari Bhayangkara Ke-80, dan suaranya terdengar jelas menembus barisan prajurit.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa hukum di Indonesia harus ditegakkan secara adil. Hukum tidak boleh tunduk pada kepentingan politik. Dia menolak keras jika hukum dijadikan alat untuk melayani kelompok tertentu yang memiliki kuasa.
Menurut Presiden Prabowo, hukum yang benar adalah hukum yang menjadi tempat bernaung bagi mereka yang tidak berdaya. "Hukum harus menjadi tempat berlindung bagi mereka yang lemah. Hukum tidak boleh tajam ke bawah, tumpul ke atas. Hukum tidak boleh menjadi alat mereka-mereka yang punya uang," ujar sang Presiden dengan nada bicara yang kokoh.
Pria yang memimpin negara ini mengingatkan seluruh aparat penegak hukum. Dia meminta mereka untuk tidak mendiskriminasi manusia lain. Kekuasaan yang diberikan oleh negara tidak boleh disalahgunakan untuk menindas.
Kata-katanya tajam dan tanpa basa-basi saat membahas keadilan politik. "Hukum tidak boleh menjadi alat balas dendam politik. Hukum tidak boleh digunakan untuk kepentingan satu kelompok manapun. Tidak boleh ada kriminalisasi. Tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang," tegas Presiden Prabowo.
Negara harus menjadi perisai bagi rakyatnya yang kecil. Menurut sang jenderal, mereka yang mencari kebenaran harus pulang membawa keadilan, bukan kekecewaan.
Sebagai penutup dari pesannya yang dingin namun penuh keyakinan, dia meletakkan prinsip dasar keadilan. "Saya tekankan kembali. Rakyat paling lemah harus mendapat perlindungan. Masyarakat yang mencari kebenaran dan keadilan harus dilayani. Orang yang benar harus merasa aman. Orang yang bersalah harus bertanggung jawab atas perbuatannya," imbuh Presiden Prabowo.