Suara Kabayan Suara Kabayan
/home / hukum / Jadwal Salat Denpasar 4 Juli 2026:...
HUKUM

Jadwal Salat Denpasar 4 Juli 2026: Waktu Fajar Hingga Malam

Umat Muslim bersiap ibadah di masjid sesuai jadwal salat Denpasar

Umat Muslim bersiap ibadah di masjid sesuai jadwal salat Denpasar

Matahari adalah penanda yang jujur bagi orang-orang yang beriman. Di tanah Denpasar yang hangat, hidup harus diukur dengan ketetapan yang pasti agar tidak tersesat. Menurut rilis resmi Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama, sebuah ketetapan waktu salat telah dikeluarkan untuk memandu umat Muslim pada hari Sabtu, 4 Juli 2026.

Berdasarkan pengumuman tersebut, hari yang baru dimulai dengan dinginnya Subuh pada pukul 05:13 Wita. Ketika matahari meninggi dan membakar tepat di tengah langit, waktu Zuhur tiba pada pukul 12:27 Wita. Sore membawa keteduhan Asar pada pukul 15:46 Wita, sebelum senja yang merah menyambut Maghrib pada pukul 18:16 Wita. Akhirnya, kegelapan malam yang tenang ditutup oleh Isya pada pukul 19:30 Wita.

Bagi seorang pria yang berdiri di atas sejadah, niat adalah jangkar yang menahan jiwanya. Untuk Subuh, ia berbisik "Ushalli fardhol subhi rak'ataini mustaqhbilal kiblati ada-an ma'muman/imaaman lillahi ta'ala", mengikat diri menghadap kiblat karena Tuhan. Ketika siang dan malam berganti, niat Zuhur, Asar, Maghrib, dan Isya diucapkan dengan keteguhan yang sama, menjaga jarak antara manusia dan kelalaian.

Aturan ibadah ini sederhana namun mutlak. Menurut ketentuan yang berlaku, seseorang yang berdiri kokoh sendirian harus menggunakan lafal "adaan". Jika ia berjalan bersama kelompoknya dan berdiri di belakang, ia menggunakan "ma'muman", dan pria yang berani berdiri di depan memimpin pertempuran spiritual ini menggunakan "imaaman". Memeriksa jadwal adalah tugas bagi mereka yang menghargai waktu.

// TOPICS
#jadwal_salat #denpasar #bali #kementerian_agama #bimas_islam #panduan_salat #niat_salat
Jurnalis Daerah & Budaya - Spesialis Isu Lokal dan Kearifan Tradisional

Bambang Kusumo adalah jurnalis yang mendalami isu-isu daerah dan kebudayaan Indonesia. Dengan latar belakang sebagai antropolog budaya, ia memiliki pemahaman mendalam tentang kearifan lokal, adat istiadat, dan dinamika sosial di berbagai wilayah Nusantara. Liputannya yang dekat dengan masyarakat akar rumput menjadikannya jembatan antara peristiwa daerah dan audiens nasional. Ia juga aktif meliput pariwisata, seni tradisional, dan isu lingkungan di berbagai daerah di Indonesia.