Lelaki itu menyimpan dendam lama di hatinya, dan dendam adalah beban yang berat. Di Samarinda, seorang pria berinisial MD, dua puluh enam tahun, ditangkap oleh polisi setelah dia menusuk mantan rekan kerjanya yang berinisial MT menggunakan sebilah sangkur yang tajam. Sesuatu yang buruk telah selesai terjadi.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kekerasan itu tidak tumbuh dalam semalam, melainkan datang dari perselisihan masa lalu ketika mereka berdua masih bekerja di bawah atap perusahaan yang sama. Mereka adalah pria-pria yang pernah berbagi waktu, namun berakhir dengan kebencian.
Menurut Kasi Humas Polresta Samarinda Ipda Soeharyadi, konflik tersebut murni urusan masa lalu yang belum usai. "Penganiayaan terjadi lantaran adanya dendam lama antara korban dan pelaku yang merupakan mantan rekan kerja," kata Soeharyadi menjelaskan urusan berdarah itu.
Perkelahian itu pecah di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda. Waktu itu hari Rabu, satu Juli, pukul 16.57 Wita. Berdasarkan catatan polisi, segalanya bermula enam bulan lalu dari sebuah kata-kata tentang bau kentut yang membuat korban tersinggung hingga mereka beradu mulut dengan sengit.
Menurut penjelasan polisi, tiga bulan setelah pertengkaran itu, pelaku memilih mundur dari perusahaan dan bekerja menjaga malam di Guest House Priority. Namun, dunia ini sempit bagi dua orang yang saling membenci. Pada Selasa malam, tiga puluh Juni, mereka bertemu kembali secara tidak sengaja di pos jaga.
Pelaku sedang bermain gim dan mengucapkan kata "kenapa" kepada temannya di dalam telepon. Korban yang sedang berjalan lewat mengira kata-kata itu dilemparkan kepadanya. Terjadi perselisihan baru di sana, dan pelaku sempat menarik parang dari dalam pos, membuat korban memilih pergi meninggalkan malam yang tegang.
Matahari terbit keesokan harinya, namun amarah belum surut. Korban kembali mendatangi pelaku. Kali ini mereka tidak sekadar bicara. Mereka bertarung dengan tangan dan tubuh mereka, hingga senjata tajam itu keluar dari sarungnya.
Menurut Ipda Soeharyadi, pertarungan itu berakhir dengan cepat dan buruk. "Dalam perkelahian tersebut pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis sangkur dan menusuk korban satu kali pada bagian kepala," ujarnya. Darah pun tumpah di tanah Samarinda.
Berdasarkan laporan penyelidikan, Unit Opsnal Polsek Sungai Kunjang bergerak dengan cepat malam itu. Mereka menangkap MD tidak jauh dari tempat darah itu menetes. Di depan para petugas, MD mengakui segalanya dengan jujur bahwa dia telah melukai temannya dengan sangkur.