Malam itu dingin dan jalanan sepi. Seorang pria bernama Novi Eryanto, empat puluh empat tahun, dari Tulungagung, Jawa Timur, berbaring tak bergerak di pinggir Jalan Letda Reta, tepat di depan Gang XXVI, Kelurahan Dangin Puri Kelod, Denpasar. Hari itu adalah Minggu dini hari.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan keterangan polisi, Kepolisian Sektor Denpasar Timur menerima laporan tentang seorang pria yang tergeletak pada pukul 00.30 Wita. Petugas segera datang. Mereka menjaga tempat itu, memeriksa tanah dan sekitarnya, serta berbicara dengan orang-orang yang melihatnya.
Menurut Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, tindakan cepat segera diambil malam itu. "Tim Inafis Polresta Denpasar bersama ambulans BPBD Kota Denpasar kemudian melakukan identifikasi terhadap korban. Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke RSUP Prof Ngoerah untuk penanganan lebih lanjut," kata Adi Saputra Jaya.
Berdasarkan cerita seorang saksi bernama Arif Sunardianto, lima puluh tujuh tahun, maut itu datang tanpa suara. Arif dan anaknya sedang menutup warung mereka ketika waktu menunjukkan pukul 00.30 Wita. Dia melihat ke arah selatan dan menemukan tubuh yang rebah di atas aspal.
Arif dan anaknya, Yoko Arif, berjalan mendekat. Pria di tanah itu masih bernapas, tetapi napasnya pendek dan lemah, seperti bersiap untuk pergi. Bersama orang-orang sekitar, mereka mengangkat tubuh itu ke tempat parkir sebuah toko. Mereka menunggu dalam diam sampai bantuan datang.
Sepuluh menit kemudian, lampu ambulans BPBD Denpasar dan mobil polisi membelah kegelapan. Petugas memeriksa tubuh yang diam itu. Pria itu sudah selesai dengan dunianya; dia dinyatakan meninggal dunia.
Saat ajal menjemputnya, Novi Eryanto mengenakan kaus hitam dan celana pendek hitam bercorak putih, serta sandal jepit di kakinya. Di dekat tubuhnya yang kaku, polisi menemukan obat pereda nyeri, sebuah telepon genggam, dompet, kartu ATM Bank Mandiri, dan beberapa lembar uang tunai.
Menurut hasil pemeriksaan awal dari Tim Identifikasi Polresta Denpasar, tubuh pria itu bersih dari tanda-tanda kekerasan fisik. Polisi menduga penyakitlah yang menghentikan jantungnya, namun kepastian masih harus menunggu pemeriksaan medis lebih lanjut.
Kini polisi sedang mencari keluarganya. Menurut Adi Saputra Jaya, petugas masih terus berusaha menghubungi kerabat Novi Eryanto dan bekerja sama dengan pengurus lingkungan setempat untuk mencari tahu di mana pria Tulungagung itu tinggal selama berada di Bali.