Kedisiplinan para Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kota Malang kini menjadi sorotan utama. Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso, menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan berpakaian dan penggunaan atribut dinas yang lengkap adalah cerminan langsung dari integritas seorang abdi negara. Arahan tegas tersebut disampaikan di hadapan ratusan pegawai saat memimpin apel pagi di halaman Balai Kota Malang pada Senin awal pekan ini.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan keterangan resmi, Sekda Erik menyampaikan bahwa kedisiplinan yang sejati tidak hanya diwujudkan melalui penyelesaian tugas-tugas administratif di meja kerja. Disiplin harus berakar dari hal-hal yang paling mendasar dan tampak nyata, termasuk di antaranya adalah kerapian, keseragaman, serta kelengkapan atribut resmi yang melekat pada tubuh setiap pegawai.
"Kedisiplinan itu dimulai dari apa yang kita kenakan. Mari lakukan introspeksi dan evaluasi terhadap diri kita masing-masing, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki," tegas Erik dengan nada penuh penekanan di hadapan peserta apel pagi.
Menurut mantan Kepala Bappeda tersebut, ketertiban dalam berpakaian bukan sekadar formalitas tanpa makna, melainkan manifestasi dari rasa hormat terhadap institusi. Untuk memastikan instruksi ini berjalan nyata di lapangan, Erik langsung memerintahkan seluruh kepala perangkat daerah agar segera melakukan inspeksi dan evaluasi menyeluruh terhadap kelengkapan atribut bawahan di unit kerja masing-masing.
Langkah evaluasi ini diharapkan memicu kesadaran mandiri bagi setiap ASN untuk memeriksa kembali kelengkapan pakaian dinas mereka. Atribut yang hilang atau belum sesuai dengan regulasi yang berlaku harus segera dilengkapi tanpa menunda-nunda waktu.
"Nanti seluruh perangkat daerah agar mengevaluasi kembali. Lihat diri masing-masing, atribut apa yang masih kurang atau belum dikenakan, segera dilengkapi. Itu merupakan bagian dari identitas sekaligus kewajiban Aparatur Sipil Negara Pemerintah Kota Malang," tutur Erik menjelaskan konsekuensi logis dari status mereka.
Sebelum membubarkan barisan apel, Sekda Erik mengajak seluruh jajarannya untuk memanfaatkan momentum hari Senin sebagai titik balik penguat komitmen bersama. Ia menuntut peningkatan disiplin, profesionalisme yang kaku, serta perbaikan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat Kota Malang, yang semuanya wajib diawali dengan doa bersama dan rasa tanggung jawab yang penuh.