Pertandingan telah usai dan malam menjadi dingin bagi tuan rumah. Amerika Serikat tersingkir dari Piala Dunia setelah menelan kekalahan telak 4-1 dari Belgia di babak 16 besar. Hasil ini mengakhiri perjalanan seluruh negara tuan rumah dalam turnamen. Padahal, segala upaya telah dilakukan, termasuk keterlibatan Presiden Donald Trump untuk membatalkan hukuman larangan bertanding Folarin Balogun. Namun, lapangan hijau tidak mengenal kompromi politik.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan jalannya laga, Belgia yang sedang bertransisi memilih meninggalkan generasi emas mereka di bangku cadangan. Kepercayaan itu dibayar tuntas. Charles De Ketelaere membuka keunggulan setelah merebut posisi penyerang utama dari Romelu Lukaku. Pada akhir laga, Lukaku masuk dan mencetak gol keempat dengan pengalamannya yang matang. Belgia tampil perkasa, menghapus bayang-bayang masa lalu di bawah asuhan Roberto Martinez.
Sebaliknya, Amerika Serikat tampil jauh dari performa terbaik mereka. Christian Pulisic bermain buruk sambil menahan rasa sakit, terlihat dari balutan es dan perban setelah digantikan. Kiper Matt Freese juga melakukan kesalahan fatal yang berujung pada gol ketiga Belgia. Namun, kemarahan publik di media sosial justru tertuju pada satu nama di jantung pertahanan.
Menurut laporan dari media, kapten tim berusia 38 tahun, Tim Ream, menjalani hari yang ingin segera dia lupakan. Mantan bek Fulham itu kehilangan pengawalan pada gol pertama dan kalah berduel udara pada gol kedua. Kesalahan tersebut meruntuhkan momentum yang sempat dibangun oleh Malik Tillman untuk membawa Amerika Serikat kembali ke dalam permainan.
Para penggemar yang kecewa segera membanjiri media sosial dengan kritik tajam. Presenter Barstool Sports, Jeff D. Lowe berkata, "Tim Ream dengan sebuah pertandingan yang harus dilupakan sepanjang masa, sialan. Benar-benar dihancurkan." Penggemar lain bahkan mempertanyakan kualitas lini belakang tim nasional dengan menulis, "Saya tidak menonton sepak bola, tapi apakah Tim Ream benar-benar bek terbaik yang bisa kita temukan di negara berpenduduk 300 juta orang?"
Beberapa orang bahkan melontarkan kelakar sinis, berharap Donald Trump bisa melakukan intervensi lagi untuk memberikan kartu merah kepada sang bek veteran agar dia tidak perlu bermain. Seorang penggemar ketiga menulis, "Apakah mungkin kita bisa mengintervensi untuk memberikan Tim Ream sebuah kartu merah?"
Kini masa depan terasa buram bagi sang kapten. Ream telah mencatatkan 85 penampilan bersama tim nasional Amerika Serikat, namun pada usia 38 tahun, waktu terasa semakin sempit baginya untuk kembali dipanggil ke dalam skuad asuhan Mauricio Pochettino. Untuk menambah frustrasi, bek muda Chris Richards juga tampil buruk, meninggalkan kecemasan besar bagi lini pertahanan Amerika Serikat di masa depan.