Turnamen besar selalu meninggalkan cerita tentang kekalahan dan air mata. Portugal, tim yang digadang-gadang memiliki lini tengah terbaik di dunia, harus mengepak koper lebih awal. Langkah mereka dihentikan oleh Spanyol dengan skor 1-0 di babak 16 besar Piala Dunia. Kekalahan ini menjadi akhir yang pahit bagi sang kapten tua, Cristiano Ronaldo.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Sebelum turnamen dimulai, dunia berharap banyak pada lini tengah yang dihuni oleh Bruno Fernandes, Vitinha, dan Joao Neves. Namun, statistik setelah pertandingan melawan Spanyol menunjukkan kenyataan yang dingin. Berdasarkan data yang dirilis, Joao Neves dan Vitinha gagal menciptakan satu pun peluang sepanjang turnamen. Bersama Bruno Fernandes, trio ini tidak mencatatkan satu pun assist untuk membantu Ronaldo yang berada di lini depan.
Kekalahan ini memaksa Cristiano Ronaldo yang kini berusia 41 tahun mengumumkan pensiun dari panggung internasional. Air mata jatuh di wajahnya yang tangguh. "It's true, this was my last World Cup. There will be time to think about everything else, to be with my family, and I want to not make decisions when I'm heated. Life goes on," ujar Ronaldo dengan getir sebelum laga penentuan itu.
Setelah peluit panjang berbunyi, Ronaldo mencoba menghibur dirinya sendiri dengan sejarah yang pernah dia ukir untuk negaranya. "I have won three titles for Portugal. Before Cristiano, Portugal had not won a single title in history. I won Euro 2016, which for me is like winning a World Cup. I leave with a clear conscience and having given my best for Portugal," tambahnya dengan dada tegak.
Kritik tajam datang dari tanah Inggris. Wayne Rooney, mantan rekan setim Ronaldo, berbicara di saluran BBC dengan nada yang lugas dan tanpa basa-basi. Menurut Rooney, Bruno Fernandes sering kali enggan melepaskan umpan silang ke dalam kotak penalti saat Ronaldo sudah bersiap mencari posisi.
"If you are playing with Cristiano Ronaldo, you have to use him. The ball could have been put in the box here, from Bruno Fernandes. But they refuse to put it in. If you play him, you have to use him! At set pieces, he is still a massive threat for Portugal! Don't play him the ball 30 yards from the goal, that's not his strength anymore. Get it to him into the penalty area where he is still effective," kata Rooney penuh penekanan.
Suara ketidakpuasan juga terdengar dari dalam negeri Portugal sendiri. Quaresma, mantan pemain sayap yang tahu benar arti dari sebuah umpan matang, menyampaikan pandangannya dalam sebuah siniar bersama Ruben Dias. Baginya, bakat besar di lini tengah tidak ada artinya jika bermain tanpa keberanian.
"In midfield, we have great players, lots of talent, but they were very, very weak at this World Cup. The attack was the same, and the defense was lost. Roberto Martinez never inspired any confidence in me. We need to play this game with much greater enjoyment. We exited the tournament with the national team that everyone called "the best squad in history"," tutur Quaresma dengan kecewa.
Kini Portugal harus pulang ke rumah mereka dalam kesunyian. Generasi emas yang rapuh telah gagal menunaikan tugas, meninggalkan sang megabintang berjalan sendirian menuju lorong stadion untuk terakhir kalinya.