Pertandingan itu keras dan penuh amarah di Atlanta. Argentina yang menjadi juara bertahan hampir saja karam. Menurut rekaman video amatir terbaru yang beredar di media sosial, atmosfer panas Piala Dunia 2026 memuncak ketika seorang staf pelatih Mesir harus ditahan oleh rekan-rekannya karena mencoba menyerang kapten Argentina, Lionel Messi, di tepi lapangan.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Mesir memimpin lebih dulu. Bek Yasser Ibrahim mencetak gol pada menit kelima belas. Keadaan menjadi buruk bagi Argentina ketika tendangan penalti Lionel Messi diselamatkan oleh penjaga gawang Mostafa Shobeir. Pada babak kedua, penyerang Mostafa Ziko menggandakan keunggulan Mesir di menit ke enam puluh tujuh setelah gol sebelumnya dianulir oleh VAR. Namun, Argentina menolak untuk mati. Cristian Romero, Lionel Messi, dan gol menit akhir dari Enzo Fernandez membalikkan keadaan untuk kemenangan Argentina.
Bukan gol yang menjadi cerita utama malam itu, melainkan amarah di pinggir lapangan. Berdasarkan rekaman video dari sudut pandang penonton, Lionel Messi terlihat berbicara ke arah bangku cadangan Mesir sebelum dilerai oleh Lisandro Martinez dan Leandro Paredes. Pelatih kiper Mesir, Saafan El-Sagheer, mengejar Lionel Messi ke dalam lapangan dengan teriakan dan amarah yang meluap sebelum akhirnya diseret keluar oleh staf lain dan diganjar kartu merah oleh wasit Francois Letexier.
Manajer Mesir, Hossam Hassan, juga terlibat dalam kekacauan tersebut. Pria itu menyilangkan tangannya membentuk huruf "X" ke arah wasit. Gestur tersebut mirip dengan apa yang pernah dilakukan Jose Mourinho pada tahun dua ribu sepuluh, sebuah simbol borgol yang mengisyaratkan ketidakadilan dan ketidakjujuran pengadil lapangan.
Hossam Hassan tidak menyembunyikan kekecewaannya setelah peluit panjang berbunyi. Pria itu bicara dengan getir tentang sepak bola dan keadilan yang hilang.
"Why isn't there any fairness in sport? In football? I do not want to try to put it nicely here with beautiful wording. We have been treated unfairly today. We have suffered injustice," kata Hossam Hassan dalam konferensi pers setelah pertandingan.
Menurut Hossam Hassan, pihaknya telah mengajukan keberatan atas penunjukan Francois Letexier sebagai wasit sebelum laga dimulai. Sebagai bentuk protes atas apa yang dia sebut sebagai ketidakadilan, dia bersumpah tidak akan lagi menyaksikan sisa pertandingan di turnamen ini.
"It is my own way of speaking up and standing up. I am not going to watch a single match of this tournament," ujar Hossam Hassan menutup kalimatnya dengan ketegasan seorang lelaki yang terluka.