Matahari baru saja naik ketika maut datang di atas rel besi. Seorang wanita berinisial DS, berusia lima puluh lima tahun, harus kehilangan nyawanya dengan tragis. Tubuhnya yang ringkih terhempas keras setelah dihantam ular besi yang melintas di rel Jalan Boxit, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan. Kejadian itu berlangsung cepat, meninggalkan duka yang sunyi bagi mereka yang menyaksikannya.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan keterangan dari Kapolsek Medan Labuhan Kompol D Raja Putra Napitupulu, peristiwa nahas tersebut terjadi pada pagi hari. Kereta api itu bergerak kokoh dari arah Belawan menuju Medan. Korban yang sedang berada di sana tidak sempat menghindar. "Korban meninggal dunia setelah tertabrak kereta api yang melintas dari arah Belawan menuju Medan," kata Raja pada Selasa, 7 Juli 2026.
Menurut para saksi mata di lokasi kejadian, awalnya wanita itu terlihat berjalan sendirian menyusuri tepian rel. Sesaat kemudian, ia memutuskan untuk duduk di dekat jalur perlintasan besi tersebut. Ketika gemuruh kereta api terdengar mendekat dari arah Belawan, korban tetap bergeming di tempatnya duduk. Kereta yang berat itu menghantamnya tanpa ampun hingga ia terhempas. "(Kejadiannya) mengakibatkan korban meninggal dunia di tempat," jelas Raja dengan singkat dan tegas.
Polisi datang tidak lama setelah tabrakan terjadi. Personel dari Polsek Medan Labuhan bersama Tim Inafis Polres Pelabuhan Belawan segera mengamankan lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Mereka memeriksa tanah yang basah, rel yang dingin, dan meminta keterangan dari beberapa orang saksi yang melihat peristiwa memilukan tersebut.
Pihak keluarga korban telah mengikhlaskan kepergiannya yang mendadak. Menurut Raja, setelah identifikasi selesai dilakukan, keluarga menolak tindakan autopsi dan menganggap peristiwa ini sebagai musibah murni. "Setelah dilakukan identifikasi dan koordinasi dengan pihak keluarga, keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai sebuah musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman," pungkasnya.
Kini, misteri masih menyelimuti alasan di balik diamnya korban saat kereta maut itu mendekat. Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan Iptu Hamzar Nodi menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami motif dari kejadian ini, apakah ada indikasi sengaja mengakhiri hidup atau ada penyebab lain yang membuatnya terpaku di pinggir rel. "Masih kami diselidiki," kata Hamzar dengan ringkas.