Suara Kabayan Suara Kabayan
/home / hukum / ARYADUTA dan Pemkot Makassar Bawa...
HUKUM

ARYADUTA dan Pemkot Makassar Bawa UMKM ke Pasar Global

Gerai UMKM lokal di lobi Hotel ARYADUTA Makassar untuk wisatawan

Gerai UMKM lokal di lobi Hotel ARYADUTA Makassar untuk wisatawan

Lobi hotel itu luas dan terang. Di sana, sebuah gerai baru berdiri dengan kokoh. Ini adalah buah kerja sama antara Hotel ARYADUTA Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, serta Inkubator UMKM Kota Makassar. Mereka menaruh barang-barang buatan tangan orang-orang lokal di tempat yang mudah dilihat semua orang. Ada kain wastra, pakaian khas Sulawesi Selatan, kerajinan tangan, dan camilan tradisional yang dikemas dengan baik. Mereka ingin para pelancong membawa pulang sepotong kisah dari kota ini.

Lelaki yang memimpin hotel itu bernama Erwin Arsyad. Dia adalah General Manager Hotel ARYADUTA Makassar. Menurut Erwin Arsyad, hotel punya tugas yang jelas dalam urusan ekonomi. Hotel bukan sekadar tempat untuk tidur. Hotel harus menjadi jembatan yang menghubungkan orang-orang yang membuat barang dengan orang-orang yang datang dari jauh, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

Berdasarkan penjelasan Erwin Arsyad pada hari Rabu, hotel adalah tempat yang tepat untuk urusan ini. "Hotel bukan hanya penyedia akomodasi, tetapi juga dapat menjadi jembatan antara pelaku usaha lokal dengan pasar yang lebih luas. Dengan tingginya mobilitas wisatawan dan pelaku bisnis yang menginap, hotel memiliki peluang untuk memperkenalkan produk-produk kreatif khas Makassar kepada konsumen dari berbagai daerah maupun mancanegara," ujar Erwin Arsyad.

Lobi dipilih karena semua orang berjalan melewati tempat itu. Itu adalah tempat pertama yang dilihat tamu saat mereka datang. Barang-barang yang dipajang di sana tidak dipilih secara sembarangan. Menurut laporan panitia, Inkubator UMKM Kota Makassar memeriksa setiap barang dengan teliti. Mereka melihat kualitasnya, kemasannya, kebersihannya, dan bagaimana barang itu dibuat secara terus-menerus. Barang-barang itu harus membawa nilai budaya. Para perajin tidak dipungut biaya sewa tempat. Hotel memberikan ruang itu dengan cuma-cuma.

Pemerintah Kota Makassar menyukai gerakan ini. Ini adalah cara yang baik untuk memperkuat ekonomi kreatif dan membantu para perajin lokal agar bisa bersaing. Para tamu hotel juga menyukainya. Mereka bisa membeli oleh-oleh tanpa harus berjalan jauh keluar hotel. Menurut Erwin Arsyad, hal ini membuat pengalaman menginap menjadi lebih nyata.

"Kehadiran gerai UMKM memberikan pengalaman yang lebih autentik bagi tamu. Selain menikmati fasilitas hotel, mereka juga dapat mengenal budaya dan hasil karya masyarakat lokal, sehingga pengalaman menginap menjadi lebih berkesan," kata Erwin Arsyad.

Rencana ke depan sudah dibuat. Mereka tidak akan berhenti di lobi. Hotel ARYADUTA Makassar ingin memasukkan produk-produk lokal ini ke dalam restoran, minibar di kamar-kamar, sudut cinderamata, dan membuat pasar murah secara berkala. Ini adalah perjuangan yang panjang untuk menjaga budaya Makassar tetap hidup di mata dunia.

// TOPICS
#aryaduta_makassar #pemkot_makassar #umkm #ekonomi_kreatif #sulawesi_selatan #pariwisata
Jurnalis Senior - Spesialis Politik & Ekonomi Nasional

Dewi Sartika adalah jurnalis senior dengan pengalaman lebih dari 12 tahun meliput dinamika politik dan ekonomi Indonesia. Keahliannya dalam menganalisis kebijakan pemerintah, isu legislatif, dan tren ekonomi makro menjadikannya rujukan utama bagi pembaca yang haus akan informasi akurat dan mendalam. Telah meliput berbagai peristiwa penting seperti pemilu, sidang kabinet, konferensi ekonomi internasional, dan wawancara eksklusif dengan tokoh-tokoh kunci nasional.