Suara Kabayan Suara Kabayan
/home / hukum / Gubernur Andra Soni: MTQ Banten...
HUKUM

Gubernur Andra Soni: MTQ Banten Perkuat Karakter dan Persatuan

Gubernur Banten Andra Soni memberikan sambutan pada Pembukaan MTQ ke-23 di Masjid Raya Al Bantani

Gubernur Banten Andra Soni memberikan sambutan pada Pembukaan MTQ ke-23 di Masjid Raya Al Bantani

KOTA SERANG - Angin malam berhembus di halaman Masjid Raya Al Bantani, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (6/7/2026). Di sana, Gubernur Banten Andra Soni berdiri tegak membuka Musabaqah Tilawatil Al Quran ke-23 tingkat Provinsi Banten. Menurut Andra Soni, ajang ini bukan sekadar perlombaan, melainkan sebuah sarana syiar Islam dan penguat karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai suci Al Quran. Ini adalah momentum untuk menumbuhkan kecintaan pada kitab suci, memperkuat ukhuwah islamiyah, dan merekatkan persatuan.

"Bagi Pemerintah Provinsi Banten, MTQ merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang sejalan dengan pembangunan fisik dan ekonomi," tegas Andra Soni dengan suara berat yang mantap di hadapan para hadirin.

Berdasarkan pandangan sang Gubernur, kemajuan suatu daerah tidak boleh hanya diukur dari angka-angka pertumbuhan ekonomi yang dingin atau megahnya pembangunan infrastruktur beton. Kemajuan yang sejati bersumber dari kualitas moral, spiritual, dan kekuatan karakter masyarakatnya. MTQ, lanjutnya, adalah sebuah investasi jangka panjang untuk melahirkan manusia yang religius, cerdas, produktif, dan memiliki integritas.

Di tengah kemeriahan malam itu, Andra Soni juga membawa kabar baik tentang masa depan pendidikan. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Banten pada tahun ajaran 2026/2027 memperluas program pendidikan gratis ke madrasah aliyah swasta. "Dengan kuota 10 ribu siswa," ucapnya singkat namun penuh kepastian.

"Kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan Pemerintah Provinsi Banten kepada masyarakat sekaligus pengakuan atas peran strategis madrasah dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki akhlakul karimah, wawasan keislaman yang kuat, serta kecintaan yang mendalam terhadap Al-Qur'an," tambahnya.

Berdasarkan rencana tersebut, program pendidikan gratis ini diyakini mampu mendongkrak angka partisipasi pendidikan dan meringankan beban hidup masyarakat. Lebih dari itu, langkah ini diambil untuk memperkuat literasi Al Quran di sekolah-sekolah, sehingga lahir generasi Qurani yang cerdas, berprestasi, moderat, dan mampu menjadi teladan nyata di tengah masyarakat yang dinamis.

Andra Soni menaruh harapan besar pada pundak para peserta. Dia meminta mereka tidak hanya bertarung memperindah lantunan ayat, memperkuat hafalan, atau menajamkan tafsir. "Lebih dari itu, seluruh Kafilah sedang berlomba menampilkan kecintaan kepada Al-Qur'an, memperkuat akhlak mulia, serta menginspirasi masyarakat untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup," ucapnya.

"MTQ harus menjadi gerakan bersama untuk membangun masyarakat Qur'ani, yaitu masyarakat yang gemar membaca Al-Qur'an, memahami kandungannya, mengamalkan nilai-nilainya, serta menghadirkan manfaat bagi sesama," kata sang Gubernur menambahkan.

Kemeriahan pembukaan malam itu mendapat pujian dari pusat. Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar, yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad, memberikan apresiasi yang tinggi atas gairah religius masyarakat Banten. "Ini MTQ provinsi yang termeriah yang saya hadiri," ungkap Abu Rokhmad jujur.

Menurut Abu Rokhmad, musabaqah adalah cara terhormat bagi pemerintah dan masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai suci melalui kompetisi yang sehat. "Semoga menjadi sarana masyarakat untuk semakin memahami Al Qur'an," ucapnya penuh harap.

Berdasarkan laporan Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Provinsi Banten Deden Apriandhi, ajang ini adalah momentum sakral untuk membumikan literasi Al Quran di tanah Banten. Ini juga menjadi saringan ketat untuk mencari pemuda-pemuda terbaik yang akan mewakili daerah ke tingkat nasional. "MTQ ke-23 Provinsi Banten berlangsung pada tanggal 6 hingga 10 Juli 2026," ungkap Deden Apriandhi.

Ajang bergengsi ini diikuti oleh 477 orang peserta dari delapan kabupaten dan kota, serta dikawal oleh 144 orang dewan hakim yang adil. Deden menutup laporannya dengan sebuah pesan persaudaraan. "Kepada para peserta dan kafilah, kami ucapkan selamat bermusabaqah. Tampilkan kemampuan terbaik kalian dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan ukhuwah Islamiyah," ucap Deden.

// TOPICS
#andra_soni #mtq_banten_2026 #pemprov_banten #masjid_raya_al_bantani #syiar_islam #pendidikan_gratis #kota_serang
Tim Jurnalis Nasional & Daerah

Redaksi Suara Kabayan terdiri dari jurnalis berpengalaman yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, berdedikasi untuk menyajikan berita nasional dan daerah paling lengkap dan terpercaya. Dari politik di Senayan hingga peristiwa di pelosok negeri, dari ekonomi makro hingga budaya lokal, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.