Kota Malang dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang diinisiasi oleh Kementerian Dalam Negeri. Kegiatan yang digelar di Alun-alun Merdeka Kota Malang ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Gerakan ini bertujuan membangun budaya peduli lingkungan melalui pengelolaan sampah, penguatan semangat gotong royong, serta penataan ruang publik sebagai implementasi arahan Presiden Republik Indonesia.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan penjelasan Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, gerakan ini adalah langkah nyata untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman. "Ini sebuah gerakan peduli lingkungan untuk tetap bersih dan sehat, mengurangi timbulan sampah, serta mengelola sampah secara bijak. Lingkungan yang bersih akan menciptakan masyarakat yang sehat, dan ketika lingkungan menjadi indah, masyarakat pun akan semakin nyaman tinggal di kota maupun kabupaten," tuturnya dengan tegas.
Menurut Safrizal, Gerakan Indonesia ASRI merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Presiden mengajak seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga lapisan masyarakat untuk bergerak bersama. Upaya tersebut harus dimulai dari lingkungan terkecil melalui pengelolaan sampah mandiri, kerja bakti, hingga penataan kawasan agar lebih tertib dan estetis.
"Ini adalah arahan Bapak Presiden agar seluruh kementerian, seluruh kepala daerah, dan masyarakat menggerakkan Indonesia ASRI melalui berbagai gerakan positif, mulai dari pengelolaan sampah di tingkat RT dan RW hingga membudayakan kepedulian terhadap lingkungan," jelas Safrizal.
Selain pengelolaan sampah, pemerintah daerah juga didorong untuk melakukan penataan reklame, baliho, dan spanduk secara ketat agar tidak merusak keindahan kota. Budaya kerja bakti di lingkungan perkantoran, sekolah, maupun permukiman terus digalakkan. "Kementerian Dalam Negeri bersama Kementerian Lingkungan Hidup akan terus memonitor pelaksanaan gerakan ini dan menilai efektivitas implementasi arahan Bapak Presiden di seluruh daerah," pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepercayaan besar dari Kementerian Dalam Negeri ini. Menurutnya, penunjukan Kota Malang menjadi motivasi kuat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan yang selama ini telah berjalan dengan baik di kota tersebut.
Menurut Wahyu, kepercayaan ini tidak lepas dari berbagai capaian nyata yang berhasil diraih oleh Kota Malang dalam pengelolaan lingkungan hidup. Salah satu bukti konkretnya adalah penghargaan Adipura Kencana yang menjadi indikator keberhasilan tertinggi bagi daerah dalam menjaga kebersihan.
"Pak Dirjen juga menyampaikan bahwa salah satu alasan Kota Malang menjadi tuan rumah karena berbagai keberhasilan yang telah dicapai, salah satunya penghargaan Adipura Kencana kategori Indonesia Bersih," ungkap Wahyu.
Wahyu menjelaskan bahwa semangat Gerakan Indonesia ASRI sesungguhnya telah menyatu dalam urat nadi program Pemerintah Kota Malang. Mulai dari tingkat RT, RW, sekolah, kecamatan, hingga perkantoran secara rutin melaksanakan aksi nyata membersihkan lingkungan sekitar.
"Gerakannya sudah berjalan dari tingkat RT, RW, kecamatan, sekolah sampai perkantoran. Setiap hari-hari tertentu, termasuk setiap Jumat, kami melaksanakan senam bersama kemudian dilanjutkan kegiatan bersih-bersih di lingkungan masing-masing. Jadi gerakan ini sebenarnya sudah menjadi budaya di Kota Malang," terangnya.
Pemerintah Kota Malang juga terus menindaklanjuti arahan Presiden terkait penataan ruang publik melalui penertiban baliho dan reklame yang melanggar aturan. Langkah penertiban dilakukan secara bertahap dengan tetap memberikan ruang bagi reklame insidental yang memiliki izin resmi pada lokasi yang telah ditentukan.
Di sisi lain, penataan kawasan kota juga dibarengi dengan penataan pedagang kaki lima melalui pendekatan yang humanis. Menurut Wahyu, setiap kebijakan penataan selalu diikuti dengan penyediaan tempat relokasi yang layak agar para pedagang tetap dapat menyambung hidup dan menjalankan usahanya.
"Kalau kami melakukan penataan PKL, pasti sudah kami siapkan alternatif lokasinya. Seperti di Pasar Gadang, Kebalen, termasuk nanti kawasan Soekarno-Hatta dan Kauman-Kedungkandang akan kami tata secara bertahap. Kami juga menyiapkan pengembangan kawasan Splendid sebagai salah satu lokasi yang nantinya dapat dimanfaatkan," jelasnya lagi.
Wahyu menambahkan bahwa Gerakan Indonesia ASRI sangat selaras dengan program unggulan lokal, yaitu Ngalam Rijik, Ngalam Seger, dan Ngalam Laris. Program-program ini terus diperkuat bersama seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan Kota Malang yang bersih, sejuk, dan nyaman.
"Gerakan Indonesia ASRI ini selaras dengan program yang selama ini kita jalankan, yakni Ngalam Rijik, Ngalam Seger, dan Ngalam Laris. Gerakan menjaga kebersihan sudah kami lakukan mulai dari tingkat RT, RW, kecamatan, sekolah hingga perkantoran. Karena itu, kami ingin budaya peduli lingkungan ini terus menjadi kebiasaan masyarakat sehingga Kota Malang semakin bersih, sehat, indah, dan nyaman," pungkas Wahyu.