Sebuah gerakan harus bermuara pada tindakan nyata. Menurut Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, setiap majelis taklim di Kota Medan kini didorong untuk tidak sekadar berkumpul, melainkan wajib memiliki program kerja yang konkret. Program tersebut harus berkelanjutan dan menyentuh langsung kebutuhan mendasar masyarakat bawah.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Pernyataan tersebut disampaikan di tengah komitmen besar untuk memperkuat sendi sosial keagamaan di kota tersebut. Berdasarkan kebijakan yang dicanangkan, Pemerintah Kota Medan menegaskan kesiapannya untuk mengawal setiap langkah positif ini. Dukungan penuh akan mengalir, bergerak lurus dari pusat pemerintahan hingga menyentuh tingkat kelurahan.
Langkah ini dinilai penting demi membangun peradaban kota yang lebih kokoh. Rico Waas meyakini bahwa majelis taklim memiliki kekuatan besar di akar rumput. Kekuatan itu harus diorganisir dengan baik, dikelola dengan disiplin tinggi, dan diarahkan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan sosial yang nyata di sekitar mereka.
Pemerintah Kota Medan tidak akan membiarkan inisiatif ini berjalan sendiri tanpa arah. Melalui koordinasi yang terstruktur, aparatur di tingkat kecamatan dan kelurahan diinstruksikan untuk membuka pintu lebar-lebar, memfasilitasi setiap gagasan, serta memastikan program pemberdayaan umat ini berjalan tanpa hambatan.
Menurut rencana kerja yang disiapkan, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi keagamaan ini diharapkan mampu menciptakan ketahanan sosial yang mandiri. Kota Medan membutuhkan aksi-aksi nyata, bukan sekadar rencana di atas kertas, dan majelis taklim diposisikan sebagai salah satu ujung tombak perubahan tersebut.