Matahari terbit menembus langit Denpasar dengan ketenangan yang akrab. Bagi umat Muslim yang mendiami tanah Bali, waktu adalah penanda yang sakral. Berdasarkan rilis resmi dari Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama, jadwal salat lima waktu untuk wilayah Denpasar dan sekitarnya telah ditetapkan dengan ketat pada hari Sabtu ini.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dari pantauan redaksi, kepatuhan terhadap waktu shalat adalah bentuk keteguhan hati yang sunyi namun kuat. Jadwal hari ini dimulai ketika fajar menyingsing pada pukul 05:13 WITA untuk waktu Subuh. Matahari kemudian meninggi dan mencapai puncaknya hingga waktu Zuhur tiba pada pukul 12:27 WITA, disusul oleh waktu Asar pada pukul 15:46 WITA saat bayang-bayang mulai memanjang.
Ketika senja memerah di ufuk barat, malam menyapa dengan perlahan. Menurut pengamatan tim redaksi, waktu Maghrib akan jatuh pada pukul 18:16 WITA, sebuah berkat yang mengakhiri siang. Hari ditutup dalam keheningan malam yang damai melalui ibadah Isya pada pukul 19:30 WITA.
Bagi mereka yang berdiri menghadap kiblat dalam kesendirian atau berjamaah, niat adalah fondasi dari setiap gerakan tubuh dan jiwa. Menurut petunjuk ibadah, pelafalan niat disesuaikan dengan posisi seseorang di hadapan Sang Pencipta. Jika seorang Muslim melaksanakan salat sendirian, mereka menggunakan lafal "adaan".
Sebaliknya, dari pengamatan redaksi di beberapa masjid setempat, dinamika ibadah berjamaah menuntut ketegasan peran yang jelas. Jika bertindak sebagai makmum yang mengikuti di belakang, maka digunakan lafal "ma'muman". Sementara itu, bagi seorang imam yang memimpin jalannya ibadah di baris terdepan, lafal yang diserukan adalah "imaaman".