Jalanan Polowijen II berdebu namun terasa hidup. Dari pantauan redaksi di lokasi, ratusan warga berkumpul di sepanjang jalan RT 01 RW 03 Kecamatan Blimbing tersebut. Mereka merayakan Bersih Desa Kelurahan Polowijen 2026. Sebuah ritus tua yang berjalan dua tahun sekali, kini mengusung tema "Melestarikan Memperkuat Budaya Sebagai Identitas Polowijen".
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut data yang dihimpun, perayaan ini telah dimulai sejak tanggal 20 Juni lalu. Puncak acara menyajikan kirab budaya, doa bersama atau barikan, hingga alunan musik campursari. Tradisi purba ini bukan sekadar upacara kosong. Ia adalah cara manusia berterima kasih kepada pencipta, sekaligus cara mereka menjaga ikatan persaudaraan agar tidak putus.
Pemerintah Kota Malang melihat hal ini dengan saksama. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, pejabat tinggi kota hadir di tengah kerumunan. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat memberikan pujian pada kemandirian warga. Beliau memandang kegiatan ini selaras dengan program Dasa Bakti Unggulan daerah.
"Kami atas nama Pemkot Malang sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini adalah wujud syukur kita atas rida dan nikmat dari Allah SWT. Tradisi Bersih Desa ini harus terus kita lestarikan karena merupakan bagian dari silsilah dan sejarah yang kita miliki," kata Wahyu Hidayat dengan nada takzim.
Bukan hanya budaya yang hidup di sana, tetapi juga perdagangan kecil. Berdasarkan penuturan Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, lapak-lapak UMKM di sekitar lokasi dipadati pembeli. Kebahagiaan warga membawa berkah bagi dompet para pedagang kecil.
"Saya sangat bangga karena UMKM di sini luar biasa laris. Acara ini dikemas dengan sangat meriah dan menghadirkan atmosfer kebahagiaan bagi warga. Ini menjadi modal penting agar kita siap menghadapi berbagai tantangan ke depan," ujar Amithya Ratnanggani Sirraduhita penuh kebanggaan.
Menurut Ketua Panitia Bersih Desa Polowijen 2026, Andri Basuki, kerja keras ini adalah milik bersama seluruh warga. Pihaknya menyadari ada peluh dan pengorbanan di balik layar. "Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas. Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Polowijen atas dukungan yang diberikan," pungkas Andri menutup percakapan.