Angin berembus membawa aroma pinus yang pekat di Kabupaten Langkat, tempat para pencari berita berkumpul dalam kehangatan sebuah keluarga. Di sana, di tengah riuh rendah suara manusia, sebuah peringatan keras digaungkan. Berdasarkan laporan dari arena Family Gathering PWI Sumatera Utara 2026, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia, Akhmad Munir, berdiri menghadap anggotanya dengan raut wajah yang masygul namun tegas. Beliau mengingatkan sebuah kebenaran yang getir tentang bahaya yang mengintai profesi mulia ini dari balik bayang-bayang narkoba dan perjudian.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut penuturan Akhmad Munir, ancaman itu nyata dan Sumatera Utara menjadi salah satu medan pertempuran yang rentan terhadap peredaran barang haram tersebut. Beliau meminta dengan sangat agar tidak ada satu pun jurnalis yang menjadi pelindung bagi para kriminal. "Saya mengingatkan anggota PWI agar tidak menjadi beking atau menghalangi petugas dalam melaksanakan penertiban maupun pengungkapan kasus narkoba, apalagi sampai terlibat baik sebagai pengguna maupun pengedar," ujarnya, suaranya terdengar berat dan penuh penekanan di hadapan hadirin.
Dari pantauan redaksi di lokasi acara, kegelapan tidak hanya datang dari narkoba, melainkan juga dari dadu yang berputar dan taruhan yang dipasang di atas meja judi. Akhmad Munir memandang bahwa jaringan perjudian modern telah menggurita dengan begitu luas, sanggup menyeret siapa saja yang lengah, termasuk mereka yang memegang pena berita. Baginya, sekali seorang wartawan terjebak dalam pusaran tersebut, maka runtuhlah kepercayaan publik yang telah dibangun dengan peluh dan air mata.
Menurutnya, menjaga martabat profesi adalah kewajiban yang mutlak dan tidak bisa ditawar oleh setiap insan pers. Muruah organisasi berada di pundak masing-masing anggotanya. Oleh karena itu, melalui pengamatan tim redaksi, PWI kini bergerak lebih dekat ke tanah, merangkul kembali tunas-tunas muda serta para wartawan gaek yang telah lama melintang di dunia jurnalistik untuk bersatu di bawah bendera organisasi yang bersih.
Sebagai langkah nyata dalam membangun benteng moral yang kokoh, Akhmad Munir menjelaskan bahwa PWI tengah gencar memperkuat pemahaman anggotanya terhadap Kode Etik Jurnalistik serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi. Penyerahan kartu anggota muda di Sumatera Utara menjadi simbol dari awal yang murni. Berdasarkan agenda organisasi, langkah ini dibarengi dengan proses pemutihan keanggotaan guna memanggil kembali mereka yang sempat menjauh untuk pulang dan mengaktifkan kembali komitmennya sebagai penjaga kebenaran.