Lelaki itu berumur empat puluh tahun dan dia berdiri sendirian di bawah mistar gawang, menghalau bola dengan tangannya yang keras. Nama lelaki itu Vozinha. Dia tidak memiliki klub, sebuah agen bebas setelah kontraknya dengan Chaves habis di Portugal. Namun, di bawah langit Piala Dunia, dia menjadi pahlawan yang tidak terduga bagi Tanjung Verde. Menurut catatan pertandingan, dia melakukan delapan belas penyelamatan penting hingga membawa negaranya menembus babak gugur.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, puncaknya adalah laga tanpa gol melawan Spanyol, di mana tujuh kali dia menepis bola yang datang bagai peluru. Tanjung Verde kemudian menahan Uruguay dan Arab Saudi untuk melaju, sebelum akhirnya tumbang tiga-dua dari Argentina melalui babak perpanjangan waktu yang melelahkan. Sebuah gol bunuh diri menghentikan langkah mereka, tetapi dunia terlanjur melihat keteguhan hati sang kiper tua. Di dunia digital yang fana, pengikutnya di Instagram melonjak dari lima puluh ribu menjadi dua puluh lima juta jiwa.
Sebelum turnamen dimulai, pelatih Chaves, Vitor Martins, sudah tahu bahwa jalan Vozinha akan berbeda. "Dia berada di titik yang sangat spesifik dalam kariernya dan menjalani momen unik dalam hidupnya, sesuatu yang mungkin dia anggap mustahil, bermain di Piala Dunia pada usia 40 tahun," ujar Martins sebelum kompetisi bergulir. Menurutnya, Vozinha adalah seorang profesional sejati yang akan memilih jalan terbaik di luar Portugal.
Kini jalan itu tampaknya menuju ke Amerika Serikat. Dari pengamatan tim redaksi melalui laporan media Record di Portugal, klub Inter Miami menaruh minat yang sangat kuat untuk mendatangkan sang penjaga gawang tua secara gratis. Mereka menghormati ketenangan dan jiwa kepemimpinan yang dimiliki Vozinha di ruang ganti, sebuah kualitas yang dicari oleh tim yang sedang bertarung di papan atas.
Menurut laporan tambahan dari media Meksiko El Informador, pemilik Inter Miami, David Beckham, secara pribadi menginginkan kesepakatan ini terwujud setelah turnamen selesai. Pendekatan akan diintensifkan dalam beberapa minggu ke depan. Meski Inter Miami sudah memiliki Dayne St. Clair sebagai pilihan utama di bawah mistar, kehadiran Vozinha dinilai akan memberikan kekuatan moral yang besar bagi klub yang kini duduk di peringkat kedua Wilayah Barat tersebut.