Dinas Pendidikan Jawa Barat menetapkan tim dari Kota Bogor sebagai juara pertama Lomba Debat Indonesia Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026. Berdasarkan laporan resmi, kemenangan ini sekaligus mengamankan tiket bagi perwakilan wilayah tersebut menuju kompetisi National Schools Debating Championship di tingkat nasional. Pertarungan gagasan yang sengit ini berlangsung di SMAN 1 Lembang pada akhir Juni lalu.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Tim tangguh dari Kota Bogor beranggotakan Samuel Nathan Andriawan, Christiano Immanuel Uniwaly, dan Gracio Bintang Wijaya. Mereka sukses membawa pulang piala kemenangan setelah melewati seluruh babak kompetisi dengan performa yang meyakinkan. Dari pantauan redaksi di lapangan, dominasi argumen yang mereka bangun sejak babak penyisihan tidak mampu dibendung oleh tim lawan.
Menurut data panitia, posisi kedua diraih oleh Kota Depok, disusul Kota Cirebon di peringkat ketiga. Sementara itu, posisi keempat ditempati oleh Kabupaten Sukabumi. Selain menentukan tim pemenang, panitia juga menetapkan 10 pembicara terbaik atau Best Speakers, di mana tiga peringkat teratas secara otomatis terpilih untuk mewakili Provinsi Jawa Barat di ajang National Schools Debating Championship 2026.
Gracio Bintang Wijaya dinobatkan sebagai Best Speaker utama setelah mengantongi nilai rata-rata 71,70. Menguntit ketat di posisi berikutnya adalah rekan satu timnya, Samuel Nathan Andriawan dengan nilai 70,70, dan Christiano Immanuel Uniwaly yang meraih nilai 70,60. Keberhasilan ketiganya menyapu bersih gelar pembicara terbaik menunjukkan kualitas penalaran yang merata di dalam tim.
Berdasarkan penuturan Ketua Dewan Juri Lomba Debat Indonesia Jawa Barat 2026, Regina Stephanie Wuisana, kompetisi tahun ini menjadi medan laga yang paling ketat sepanjang pengalamannya. "Sudah tiga tahun sejak saya mulai menjuri LDI Provinsi Jawa Barat, dan saya bangga mengatakan bahwa tahun ini adalah tahun yang paling kompetitif yang pernah saya juri," ujar Regina dengan lugas.
Regina menegaskan bahwa kemampuan berpikir kritis, tingkat literasi yang tinggi, serta konsistensi dalam berlatih merupakan pilar utama keberhasilan seorang pendebat profesional. Melalui pengamatan tim redaksi, mentalitas para peserta tahun ini memang terlihat lebih matang. "Karakter debater yang paling penting adalah tidak takut untuk kalah. Justru dari situ kita belajar, mengevaluasi diri, dan berkembang menjadi lebih baik," kata Regina menambahkan.
Menurut Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ai Nurhasan, pencapaian gemilang para siswa ini patut mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya. Pihaknya berharap prestasi tersebut mampu menginspirasi lebih banyak pelajar di seluruh wilayah Jabar. "Hal-hal positif seperti ini perlu dipublikasikan untuk memicu anak-anak didik kita melakukan hal yang sama. Kebaikan itu harus dibesarkan dan disebarluaskan," tutur Ai Nurhasan.