Pagi itu senyap, dan ketegangan terasa dingin di udara. Menurut informasi yang dihimpun, Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan di Sumatra Utara yang menjerat Bupati Langkat, Syah Afandin. Jalan Proklamasi di Kecamatan Stabat menjadi saksi ketika para penyidik datang dengan senyap, mengamankan sejumlah pihak, lalu pergi meninggalkan tanda silang merah pada sebuah pintu yang biasanya riuh oleh kekuasaan.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi di lingkungan Kantor Bupati Langkat, suasana tampak mati dan sepi pada Jumat pagi. Koridor yang biasanya dipenuhi langkah kaki para pejabat kini kosong. Hanya ada beberapa petugas Satpol PP yang berdiri diam dan pegawai piket yang berjaga dengan tatapan mata yang menyimpan banyak tanya, seolah-olah sebuah badai baru saja lewat dan menyisakan sunyi.
Dari pengamatan tim redaksi di lokasi kejadian, segel putih berlogo lembaga antirasuah itu kini melekat erat pada pintu ruang kerja sang bupati. Menurut penuturan seorang pegawai kantor yang enggan disebutkan namanya, tidak ada yang tahu pasti kapan para penyidik menempelkan kertas segel tersebut. "Saya baru lihat tadi pagi seperti itu," ujarnya dengan suara rendah, menatap ke arah pintu yang kini terkunci rapat dari dunia luar.