Lelaki itu berdiri di podium, menatap barisan wajah baru yang memikul beban berat di pundak mereka. Berdasarkan keputusan resmi, Bupati Deli Serdang melantik 76 kepala desa terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa Serentak Tahun 2026. Upacara sakral ini digelar dengan khidmat di Grha Bhinneka Perkasa Jaya, tempat di mana sumpah diucapkan dan tanggung jawab baru dimulai.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Bagi sang Bupati, jabatan di atas tanah desa ini bukanlah tentang secarik kertas administratif semata. Ini adalah perihal membawa perubahan nyata dan mengangkat harkat hidup orang banyak. "Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, saya mengucapkan selamat kepada seluruh kepala desa yang hari ini dilantik. Tanggung jawab menjadi seorang pemimpin adalah amanah besar yang harus diemban demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya dengan nada yang dalam.
Didampingi oleh Wakil Bupati, Lom Lom Suwondo, sang pemimpin wilayah mengingatkan para kepala desa tentang kejujuran yang mutlak. Dari pantauan redaksi di dalam gedung yang padat itu, suasana mendadak hening ketika urusan anggaran mulai disinggung. Menurut Bupati, dana desa adalah hak mutlak rakyat, tanah, dan air mereka, yang harus digunakan seluruhnya untuk pembangunan, bukan untuk memuaskan syahwat pribadi atau kelompok tertentu.
Tantangan di depan terasa dingin dan keras. Oleh karena itu, setiap kepala desa dituntut untuk melahirkan terobosan baru dan mengasah kreativitas dalam mengelola potensi tanah mereka sendiri. "Jangan lagi terjebak pada stigma mengembalikan modal politik dari dana desa. Dana desa bukan untuk kepentingan pribadi, golongan, maupun kelompok tertentu. Dana desa harus kembali kepada masyarakat," tegas Bupati, suaranya bergema di antara pilar-pilar gedung.
Berdasarkan arahan yang disampaikan, seluruh program pembangunan di tingkat paling bawah ini harus berjalan beriringan. Sinkronisasi antara program desa dengan program Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat menjadi kewajiban agar setiap rupiah yang keluar memberikan manfaat yang konkret bagi rakyat banyak.
Dari pengamatan tim redaksi, tensi politik setelah pemilihan kerap meninggalkan luka lama di tengah masyarakat. Bupati memahami hal ini dengan baik. Ia meminta seluruh perbedaan pilihan selama proses demokrasi segera dikubur dalam-dalam. Baginya, tugas pertama setelah sumpah adalah mempersatukan kembali elemen warga yang sempat terbelah.
"Tolong tetap dijaga kondusivitas warga. Jaga bagaimana masyarakat tetap produktif, serta jaga kepercayaan diri bapak dan ibu sebagai kepala desa melalui kinerja yang baik. Setelah pelantikan ini tidak ada lagi perbedaan pendukung, yang ada adalah bagaimana bersama-sama membangun desa demi kesejahteraan masyarakat," pungkas Bupati mengakhiri petuahnya.
Acara besar ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting daerah. Menurut catatan panitia, tampak hadir Ketua TP PKK Kabupaten Deli Serdang, Ny Jelita Asri Ludin Tambunan, Staf Ahli I PKK Ny Asniar Lom Lom Suwondo, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Deli Serdang. Turut menyaksikan pula Kapolrestabes Deli Serdang, Dandim 0201/Medan, unsur Forkopimda, para camat, dan tamu undangan yang melepas para pemimpin baru ini menuju medan bakti mereka.