Angin Lubuk Pakam berembus pelan ketika genderang keberangkatan ditabuh. Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, berdiri tegak di halaman Kantor Bupati pada sebuah Rabu yang cerah. Ia melepas kontingen terbaik daerahnya untuk bertarung dalam Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026. Mereka pergi jauh ke timur, menuju Manokwari di Papua Barat. Dari pantauan redaksi, ada keyakinan yang membeku di wajah para utusan yang memikul harapan Sumatera Utara.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Bupati berbicara dengan nada tenang namun penuh penekanan. Ia berkata bahwa dada mereka harus dipenuhi rasa bangga. "Dengan bangga saya melepas bapak dan ibu sekalian menuju Manokwari. Bawalah prestasi sebaik mungkin, bukan hanya untuk Deli Serdang, tetapi juga untuk provinsi yang kita cintai ini," ujarnya tegas. Bagi lelaki nomor satu di Deli Serdang itu, status juara bertahan adalah lencana kehormatan, bukan beban yang melemahkan lutut.
Mempertahankan puncak tidak pernah menjadi perkara mudah bagi manusia biasa. Namun, sang Bupati mengingatkan bahwa mereka tahu jalan menuju ke sana. Menurut beliau, rasa takut harus dibuang jauh-jauh dari pikiran. "Tentu pada tahun 2026 ini kita harus memiliki keunggulan yang sama. Tidak perlu takut, fokus saja pada setiap kategori yang diperlombakan. Anda harus percaya diri karena merupakan juara bertahan. Jangan jadikan status itu sebagai beban mental," katanya menambahkan. Ada tugas suci bagi para official untuk menjaga tubuh dan jiwa para peserta tetap bugar selama pertempuran suara di tanah Papua.
Harapan besar dititipkan pada kepulangan mereka kelak. Bupati menginginkan sebuah kado yang manis bagi Hari Ulang Tahun ke-80 Kabupaten Deli Serdang. Mereka berangkat bukan sebagai pelancong, melainkan sebagai prajurit kebudayaan. Berdasarkan laporan dari Ketua Kontingen, Janso Sipahutar, pasukan ini berkekuatan 70 orang. Mereka terbagi menjadi 30 suara wanita yang tangguh dan 40 suara campuran dewasa yang matang. Dua kategori bergengsi telah menunggu mereka di sesi kedua perlombaan yang berlangsung sejak 18 hingga 28 Juni.
Sejarah mencatat kemenangan masa lalu dengan tinta emas. Pada Pesparawi XIII tahun 2022, kategori Paduan Suara Wanita dari daerah ini adalah yang terbaik di ranah nasional. Menurut Janso Sipahutar, proses panjang telah mereka lalui demi mengulang kejayaan itu. "Kami membawa peserta terbaik yang telah melalui seleksi dan festival tingkat provinsi. Mudah-mudahan pada Pesparawi kali ini kita kembali meraih hasil terbaik dan mempertahankan prestasi tersebut," ucapnya. Pengamatan tim redaksi di lokasi pelepasan memperlihatkan dukungan penuh dari para tokoh, termasuk Kepala Kantor Kementerian Agama Deli Serdang Sarifuddin Daulay dan Ketua PGID Pdt Hasudungan Manalu, yang melepas mereka dengan doa dan harapan yang sama.